Cara Agar Tetap Tenang di Lingkungan Yang Tidak Kondusif
Cara Agar Tetap Tenang di Lingkungan Yang Tidak Kondusif – Setelah sekian lama, akhirnya hujan pun turun di pagi ini. Aku duduk terdiam sembari mendengar rintikan hujan jatuh di atap.
Rutinitas harian dimulai kembali.
Manusia adalah makhluk sosial. Kita hidup bersosialiasi. Ada kalanya hal-hal yang diluar keinginan kita terjadi.
Kita tak bisa mengontrol tindakan orang lain. Apa yang bisa kita lakukan hanyalah memilih respon apa yang sebaiknya kita berikan atas tindakan tersebut.
High quality response. Itu bahasa motivator yang biasa aku dengar.
Karena tiap response kita, akan mempengaruhi mood kita sehari itu.
Sebagai bagian dari tim ahli di bidangnya, aku suka dengan tugasku ketika menyampaikan materi di forum.
Berbagi ilmu yang kutahu kepada mereka yang membutuhkan. Setiap kali melakukannya aku akan mempersiapkan diri baik dari segi materi maupun penampilan agar menguasai apa yang akan disampaikan.
Sayangnya kita tak bisa menetapkan cara kerja yang sama kepada orang lain di dalam tim yang sama.
Sekali lagi kontrol yang ada dalam genggaman kita adalah sikap kita sendiri.
Apa kita perlu menjadi orang yang menyalakan api semangat?
Bagi orang sepertiku, menasehati orang lain akan hal yang menurutku telah diluar jalur adalah hal yang berat.
Terkadang ada batas tak terlihat yang membuat aku ragu untuk berbicara.
Yaa, aku takut dalam bahasa penyampaianku kelak, aku seolah merasa lebih tau.
Ada benang tipis antara niat baik — merasa peduli akan lingkungan, terhadap kebanggan diri yang merasa sudah lebih baik.
Yaa, aku takut sudah terjebak akan hal tersebut. Merasa superior.
Kita bisa jadi merasa berada di dalam suasana yang toxic. Namun pernahkah kita berpikir barangkali kitalah yang menciptakan suasana tersebut.
Cara Agar Tetap Tenang di Lingkungan Yang Tidak Kondusif
Barangkali tak selamanya lingkungan yang tidak kondusif perlu diperbaiki oleh tangan kita langsung.
Adakalanya kita perlu untuk menarik diri agar kita tetap merasa tenang dan nyaman.
Ini beberapa hal yang aku lakukan setelah melakukan evaluasi diri.
Tips ini mungkin berguna juga untukmu yang sedang berada di situasi yang sama.
1. Berpikir Positif
Langkah awal pastinya dimulai dari pikiran kita sendiri.
Aku mulai untuk menata pikiranku. Berusaha berpikir jernih terhadap hal-hal yang sedang terjadi.
Bila ada hal yang tidak sesuai dengan pola pikirku, aku mencoba untuk tak langsung mengambil reaksi keras.
Selalu memandang suatu hal dari sisi yang berbeda. Aku pun mulai membiasakan diri untuk mencari alasan positif mengapa hal tersebut menjadi demikian.
2. Menjauhi Bergosip
Bercanda dan bergurau dengan rekan merupakan hal yang baik. Kita tak mungkin tak melakukan interaksi.
Namun penting untuk tahu batasannya. Berkeluh kesah tentang pekerjaan dan orang lain tanpa solusi hanya akan membuang waktu dan menghabiskan energi saja.
Bagiku penting untuk tetap menjaga diri berada dalam energi positif.
3. Hindari Menjadi Drama Queen
Sebagai tipe orang yang suka ketenangan, aku tak pernah ingin ikut campur dengan problem rekan lain.
Lebih baik untuk tak tahu apa yang memang tidak berada dalam wilayahku.
Aku pun sebaiknya berusaha untuk tidak menjadi playing victim, bila ada masalah sedang terjadi.
Tak perlu turut memperbesar masalah hanya untuk mencari simpati.
4. Fokus Pada Pekerjaan
Strategi selanjutnya adalah dengan fokus pada pekerjaan. Aku selalu berusaha mengerjakan hal yang bisa dikerjakan.
Tidak membiasakan diri untuk menunda pekerjaan. Semakin aku mencoba produktif, maka pikiranku menjadi lebih fokus.
Hal ini bisa menjadi poin penting bagiku untuk tetap termotivasi bekerja setiap hari.
5. Berikan Hasil Kerja Yang Optimal
Agar tak terlibat dengan situasi yang menciptakan konflik, aku selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik saat bekerja.
Bila hasil kerjaku baik, dengan sendirinya respon baik dari sekitar akan datang padaku.
6. Upgrade Ilmu
Aku berusaha untuk selalu memperdalam ilmu sesuai dengan kompetensiku.
Bila sedang luang dan pekerjaan telah selesai dikerjakan, aku pasti mencoba mengikuti seminar secara online.
Semakin aku meningkatkan kompetensiku, maka semakin meningkat pula kepercayaan diriku.
7. Selingi Dengan Kegiatan Yang Kita Suka
Hal yang aku lakukan selanjutnya adalah melakukan kegiatan yang aku suka.
Di sela-sela jam istirahat, aku pasti akan membaca artikel di medium. Selain itu, saat ini aku mulai rajin menulis.
Terkadang di saat lelah melanda, sedikit mencurahkan isi hati lewat tulisan cukup memberikan kelegaan di jiwa.
8. Tetaplah Menunjukan Jati Dirimu
Dan terakhir adalah aku akan tetap menjadi aku. Tak perlu menunggu lingkungan menjadi sempurna dahulu, baru kemudian berusaha menjadi pribadi yang baik.
Aku yakin setiap kebaikan yang aku tanam, setiap hal positif yang aku kerjakan, suatu saat akan membawa dampak bagi lingkungan.
Aku memang tak bisa menjadi orang yang membuat gebrakan perubahan, namun aku memilih untuk tetap memberikan kontribusi terbaik dengan caraku sendiri.


